Lomba 17an Malah Jadi Geger Akibat Simbahan Darah Begini Kronologinya

 Setiap bulan Agustus tepatnya ditanggal 17 seluruh rakyat Indonesia merayakan HUT Republik Indonesia.
Untuk memeriahkan Dirgahayu Indonesia biasanya diadakan lomba-lomba di kalangan warga.
Namun peristiwa tragis terjadi di RT 6 Desa Hayaping, Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah (16/08/2017).



Seperti postingan akun Facebook Sofie di grup INFO WONG SOLO.

Pada pukul 16.00 WIB lomba yang berlangsung di lapangan voli seharusnya berjalan meriah, namun justru mencekam.
Pasalnya Sahrian (36) roboh setelah mendapat tikaman dari JN (27).
Sahrian ditikam dari belakang dengan menggunakan pisau.
Pisau yang ditusukan JN mengenai punggung kiri Sahrian.
Sahrian yang menapat tusukan mencoba berlari menyelamatkan diri, namun karena luka yang sangat dalam Sahrian akhirnya jatuh roboh.
Sontak warga yang berkumpul di lapangan voli untuk memeriahkan lomba langsung lari kocar-kacir.
Nyawa Sahrian pada akhirnya tidak terselamtkan.
Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Tamiang Layang.
Dari keterangan warga setempat, Sahrian dan JN sempat berbicara sebelumnya.
Setelahnya JN pulang ke rumah, dan kembali mendatangi Sahrian untuk menusuknya dengan pisau.
Ramai-ramai netizen memberikan komentarnya atas peristiwa tersebut.
Estin Atin : Itu pasti ada rasa DENDAM sblmnya
Pakwo : Wis 72 th merdeka ..isih Okeh wong setres karena himpitan ekonomi....????????????????
Nyimas Ayhu Nhea : Wong yo wes merdeka kok sh perang ae lo...
Tini Murtini : prehatin...!
(*)
loading...
close
close