10 Fakta Mengerikan : Pembunuhan dan Pembakaran, Wanita yang Tengah Hamil di Pekanbaru

 Tindak kriminalitas memang semakin mengerikan, baru – baru saja kemarin telah terjadi kasus yang cukup menghebohkan, karena tersangka entah setan apa yang merasukinya , menghabisi korban dengan cara di bunuh dan di bakar jasadnya , padaha korba itu sedang hamil




Dikutip dari pemberitaan Pekanbari (RIAUSKY.COM)- Kasus pembunuhan dengan modus hamil diluar nikah yang dilakukan Supriadi (23) terhadap kekasihnya Ema Desnita (21) masih menjadi perbincangan hangat di Kota Pekanbaru.
Pasalnya, modus pembunuhan yang dilakukan dianggap diluar kewajaran. Ema bukan saja dibunuh, jasadnya ditemukan tewas dengan kondisi tubuh dibakar dan nyaris tak dikenali.
Syukurnya, tim Opsnal Satreskrim Polresta Pekanbaru dengan cepat berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ini hanya dalam hitungan jam. Pelakunya tak lain kekasih Ema, ayah dari bayi enam bulan yang sedang di dalam kandungannya.
Supriadi pun tak membantah perbuatan yang dia lakukan. Dia mengaku melakukan perbuatan tersebut karena khilaf disebabkan Ema terus menuntut untuk dinikahi.
Supriadi sendiri awalnya sempat mengatakan kepada Ema kalau dia siap bertanggung jawab. Namun, dia meminta waktu dan dia meminta Ema untuk pulang ke rumah.
Namun, Ema tak hendak pulang dan ingin selalu bersama Supriadi. Dari sanalah ihwal pembunuhan bermula. Diduga karena panik, saat sedang bermesraan, Supriadi melilitkan kain jilbab yang digunakan Ema ke bagian leger dan mencekiknya.
Ema tewas di tempat. untuk menghilangkan jejak, Supriadi pun membakar wajah wanita malang tersebut. Namun, pembunuhan sadis itu terbongkar dengan cepat dan Supriadi harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
Namun, dibalik peristiwa tersebut, ada sejumlah fakta-fakta terbaru yang belum terungkap, beberapa diantaranya kami lansir dari Go Riau adalah:
Janin yang tewas dalam kandungan Ema berjenis kelamin laki-laki
Seperti yang diketahui, Ady nekat menghabisi kekasihnya lantaran tengah berbadan dua. Bayi dalam kandungan Ema itu pun ikut meninggal dunia. Menurut kepolisian, janin dalam kandungan korban berjenis kelamin laki-laki dengan berat 250 gram.
Ema adalah Anaka yatim Piatu
Kapolsek Rumbai AKP Heni Herawati saat berbincang dengan GoRiau.com di Mapolresta Pekanbaru Kamis sore lalu menceritakan, bahwa Ema sudah tidak punya ayah dan ibu kandung. Ia pun hidup dan dibesarkan oleh orangtua angkat, yang juga masih keluarga.
Ibunya lebih dahulu meninggal dunia saat melahirkan gadis berparas manis tersebut. Sementara sang ayah menjemput ajal usai terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jasad Korban Pertama Kali Ditemukan Warga Saat Mencari kayu
Kasus yang sempat menggegerkan masyarakat Pekanbaru ini berawal dari beberapa orang warga yang kebetulan melintas di Jalan Yos Sudarso Km 8, Kecamatan Rumbai. Mereka awalnya berniat mencari kayu ke dalam hutan, sekitar 500 meter dari jalan hitam (masuk ke hutan, red).
Belum sampai niat itu, warga pun melihat sesosok jasad manusia dalam kondisi sebagian tubuhnya terpanggang. Belakangan diketahui, kalau itu adalah almarhumah Ema yang dibunuh secara sadis oleh sang kekasih.
Identitas Ema Diketahui Setelah Diumumkan di Masjid
Polsek Rumbai yang awalnya mendapat laporan penemuan mayat sempat mendapat kesulitan lantaran tidak ditemukan identitas pada diri Ema. Bahkan korban tak dikenali karena tubuhnya gosong dibakar. Ini membuat kepolisian bekerja ekstra untuk menelusurinya.
Bhabinkamtibmas setempat ikut diturunkan untuk berkoordinasi dengan warga sekitar, bahkan sempat disiarkan di masjid terkait apakah ada yang merasa kehilangan keluarganya. Selain itu polisi juga menelusuri identitas korban via media sosial.
“Beberapa jam setelahnya, ada beberapa orang datang ke kita, katanya mengenal korban setelah mengetahui ada wanita yang tewas. Kita lakukan penyelidikan lebih dalam sampai berhasil mendapatkan identitas dan alamat tempat tinggalnya,” kata Kapolsek Rumbai AKP Heni.
Ema Dikatakan Sempat Mengajak Ady Kabur
Karena kehamilannya yang kian membesar, Ema sempat berencana mengajak kekasihnya Ady untuk kabur. Bahkan sebelum ditemukan tewas, korban diketahui tidak pulang ke rumah. Sebelumnya, keluarga sempat curiga dengan perubahan pada perut korban.
Edy Mengaku Sempat ‘Gituan’ Dengan Korban Sebelum Dibunuh
Pengakuan Edy yang satu ini cukup mengejutkan. Itu disampaikannya saat kepolisian menggelar ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Kamis siang. “Sempat mutar-mutar sampai malam (Rabu, red). Pas itu dia minta ‘jatah’ akhirnya cari tempat sepi. Kemudian lewat Jalan Yos Sudarso ditunjuknya tempat, mas itu sepi mas,” tiru pelaku menceritakan.
Di tempat itu pula lah korban akhirnya dihabisi. Saat Ema bersandar di dada sembari ngobrol, Ady langsung menarik kain jilbab yang dikenakan korban ke belakang dan mencekiknya. Lantaran berontak, tubuh korban direbahkan, lalu pelaku melanjutkannya (mencekik, red) langsung dengan tangan.
Teman-teman Almarhumah tak Menyangka Ema Korban Pembunuhan Sadis
Informasi tentang tewasnya Ema dengan cepat menyebar melalui sosial media. Kematian gadis jebolan SMAN 13 Pekanbaru itu tak ayal jadi perbincangan dikalangan teman-teman yang mengenalnya, bahkan saling bertanya terkait kebenaran informasi itu. Apalagi setelah tahu jika korban dihabisi oleh kekasihnya.
Banyak dari mereka yang mengomentari postingan terkait kematian perempuan tersebut. Kebanyakan tak percaya bahkan syok. Salah satunya akun bernama Sulastri yang menceritakan kalau Ema sebelum kejadian sempat minta diisikan pulsa karena ada urusan penting dengan pacarnya Edy.
“Sy nggak nyangka dia bakalan di bunuh sama pacarnya kyk gini. Ema itu gadis yg baik, lucu, kocak selama saya jadi rekan kerja nya dia banyak curhat…” komentarnya. Selain itu ia juga memposting perasaan sedihnya atas kejadian yang menimpa korban. “Ternyata kemarin terakhir kali ya kita komunikasi ya Allah kk gak nyangka dek…,”
Orang yang Mengenal Pelaku tak Menyangka Ady Membunuh Kekasihnya
Tak hanya rekan Ema yang dibuat kaget atas kematian korban, melainkan juga orang yang mengenal Ady, yang tak lain pelaku pembunuhan tersebut. Mereka seakan tak percaya jika perbuatan kejam itu dilakukan olehnya, yang dikenal cukup baik selama ini.
Padahal antara pelaku dan keluarga korban diketahui sudah saling kenal. Hal tersebut juga dibenarkan pihak kepolisian. Namun apadaya, atas alasan khilaf, perbuatan nekat tersebut akhirnya mengantarkan Ady ke penjara dan terancam hukuman berat.
Akun Media Sosial Milik Pelaku Jadi Bulan-bulanan Netizen
Setelah pelaku tertangkap dan informasi tersebut menyebar dengan cepat di media, Netizen yang penasaran pun langsung ‘memburu’ akun Medsos milik Ady. Diantaranya Facebook bernama Supri Ady serta Instagram ber-akun Supriyadi.90.
Di situ Netizen melampiaskan kekesalan dengan berkomentar pada foto-foto yang diposting pelaku sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Tak sedikit pula diantaranya yang melontarkan hujatan dan cacian, setelah tahu kalau pelaku membunuh orang yang tak lain kekasihnya sendiri dengan tragis.
Ema Sangat Mencintai Supriadi
Tak dapat dipungkiri, Ema sangat mencintai kekasihnya tersebut. Meski pahitnya, nyawa korban justru berakhir tragis di tangan Ady. Rasa cintanya terlihat jelas dari sejumlah postingan yang sempat diunggah korban, jauh sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Selasa (15/8/2017) malam.
Setidaknya ada beberapa kali Ema menulis di akun media sosial miliknya. Salah satu begini “Udah nyaman banget sama diaa, udah sayang banget samaa diaa, udah mentok cintanii sama diaa, pokoknya semua tentang diaa, dia penyabar, penyayang, perhatian nya yg super duper, pemarahnya juga super duper, tapi dibalik itu semua diaa tetap sayang aku dan yg terbaik buat akuu”.

Dalam tulisan tersebut, almarhumah turut memajang foto Ady yang mengenakan sweater hitam corak putih sambil duduk di atas sepeda motor. Selain itu ada juga beberapa foto lainnya yang menunjukkan kemesraan mereka berdua.(R04)
Orang yang Mengenal Pelaku tak Menyangka Ady Membunuh Kekasihnya
Tak hanya rekan Ema yang dibuat kaget atas kematian korban, melainkan juga orang yang mengenal Ady, yang tak lain pelaku pembunuhan tersebut. Mereka seakan tak percaya jika perbuatan kejam itu dilakukan olehnya, yang dikenal cukup baik selama ini.
Padahal antara pelaku dan keluarga korban diketahui sudah saling kenal. Hal tersebut juga dibenarkan pihak kepolisian.
Namun apadaya, atas alasan khilaf, perbuatan nekat tersebut akhirnya mengantarkan Ady ke penjara dan terancam hukuman berat.

loading...
close
close