Status FB terakhir Elvi Sebelum Terjun Dari Lantai 5 Apartemen Bersama Sang Adik

 Jasad dua wanita kakak beradik yang nekat mengakhiri hidupnya meloncat dari lantai 5A Apartemen Gateway, Bandung, kini telah dipulangkan ke kampung halamannya.
Kepolisian menyerahkan jenazah Elviana Parubak (30) dan Eva Septiani Parubak (28) kepada keluarga mereka.


Beberapa orang memasukkan dua peti jenazah ke dalam dua mobil Dinas Kesehatan Kota Bandung yang berada di depan Instalansi Forensik.
Setelah dilakukan serah terima, dua jenazah yang sudah teridentifikasi ini dikabarkan akan langsung di bawa ke Makassar untuk dimakamkan.
Keluarga dan kerabat kakak beradik yang bunuh diri tersebut juga terlihat di depan ruang Instalansi, tapi mereka langsung menuju mobil yang membawanya.
Tidak ada anggota keluarga yang mau di wawancarai.
lviana Parubak dan adiknya Eva Septiani Parubak adalah warga Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Beberapa hari sebelum memutuskan bunuh diri bersama adiknya, Elvi sapaan akrab Elviana Parubak, sempat memosting status di akun Facebook miliknya, Elvi Ana.
Dalam status yang diposting pada Rabu (12/7/2017) pukul 22.32 WIB, Elvi meminta maaf kepada semua teman-temannya di Facebook.
Berikut status Elvi.
"Teman2 fb semuanya tanpa terkecuali saya mau minta maaf ya..klo ada kesalahan at kata-kata yg menyinggung semuanya at ada kata-kata yg sombong di profil saya.sekali lagi saya minta maaf yaa..gbu."
Postingannya tersebut dilike sejumlah temannya dengan tiga komentar.
Ditemui tribunluwu.com di Desa Lalong, Selasa (25/7/17), tante korban, Linda Parubak, mengatakan sebelum bunuh diri, Elvi sudah berniat untuk pulang kampung.
"Saya kan kerja salon, biasa saya update status bilang capek. Dia sempat komen katanya mau pulang bantu-bantu, tapi saya bilang tidak usah, nak," ujar Linda.
Linda tak ingin keponakannya tersebut pulang kampung karena kasihan jika dia meninggalkan keponakannya itu sendirian di rumah.
Elviana Parubak dan Eva Septiani Parubak berasal dari Dusun Uraso, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulsel.
Rumah orangtuanya tak jauh dari kantor Desa Lalong.
Kerabat korban yang juga Kepala Desa Lalong, Tandi Sarira, mengatakan jika Elviana dan Eva memang sudah lama mengalami gangguan jiwa.
"Sejak ibunya meninggal tahun 2006, korban mengalami depresi. Keduanya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Bogor," ujar Tandi kepada tribunluwu.com, Selasa (25/7/2017).
Tandi menjelaskan, ayah korban, Paulus Parubak, sudah berada di Bandung menjemput jenazah kedua anaknya.
"Bapaknya tadi malam sudah berangkat di Makassar, sekarang sudah ada di Bandung. Tapi rencananya besok, dia disemayamkan dulu di rumahnya di Makassar, baru lanjut kesini," jelasnya.
Saat ini keluarga yang berada di Desa Lalong, sedang mempersiapkan ibadah pemakaman jenazah di kediaman korban. 
Sementara itu, di Facebook juga beredar foto jasad Elviana dan Eva di peti pemakaman.
Wajahnya tampak bersinar usai dirias, ditutup dengan kain transparan berwarna putih.
"Air mata selalu meteskan meliht fto sodaraq nheee terbaring kaku....selamat jln K'Elviana Parubak "n" Eva seftiani Parubak semoga tenang bersama bapa di sorga,,,," tulis Dian.
Warganet memberikan ucapan belasungkawa atas postingan itu.
"Turut berduka cita sedalam dalamnya. Keluarga yg ditinggalkan lebih sabar dalam menghadapi semua ini," tulis Leonora Sumolang Pongsapan.
"Selamat jalan elviana dan eva septiani. Semoga di terima di sisimu tuhan dan semoga di ampunni dosa dosanya amiiin," tulis Andre Poerwadi. (*)
loading...
close
close