Kenali Gejala Kanker Serviks Sedari Awal, Kurangi Tabur Benda Ini Di Sekitar Organ Intim

loading...
loading...
Kanker ini diketahui menjadi penyebab seorang Julia Perez terenggut nyawanya.
Penyakit ini seakan perlahan tapi pasti menggerogoti kesehatan pelantun lagu 'Belah Duren' tersebut hingga ia mangkat.

Berbagai usaha telah ia jalani, mulai dari khemoterapi hingga tindakan-tindakan yang dilakukan oleh para dokter.
Ternyata, penyakit ini tak hanya mendatangi Jupe saja.
Dilihat dari akun Inspirasi Kehidupan, penyakit ini sudah menjadi salah satu penyakit yang mengkhawatirkan masyarakat dunia.
Video berdurasi hampir 5 menit ini menunjukkan beberapa hal tentang apa itu kanker serviks hingga beberapa bukti mengejutkan lainnya.
Salah satunya adalah bukti dimana setial 1 jam ada 1 orang wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks!
Setelah itu, ditunjukkan pula beberapa penyebab terjadinya kanker serviks pada wanita.
Ternyata hal-hal itu adalah hal sepele yang kita mungkin saja lakukan sehari-hari.
Makanan cepat saji, minuman beralkohol, penggunaan antiseptik, celana ketat, hubungan seks pada usia muda, berganti pasangan hubungan seks, merokok, menaburi bedak di sekitar vagina, memiliki banyak anak, pil KB, memakai toilet kotor, pembalut mengandung deoksin, keputihan terus-menerus adalah sebagian faktor yang bisa mengakibatkan kanker serviks.
Selain itu, video ini juga berisi cara-cara pencegahan kanker serviks pada wanita yang belum dan sudah menikah.
Lihat videonya di sini :
Semoga bermanfaat !
Dilansir dari Kompas.com, Tak sedikit wanita yang meninggal dunia karena kanker serviks.
Padahal, kanker ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV.
HPV atau Human Papillomavirus merupakan virus yang bisa menular lewat hubungan seksual hingga akhirnya menyebabkan kanker serviks.
Pemberian vaksin HPV tak perlu menunggu usia dewasa atau setelah menikah.
Justru, vaksinasi HPV seharusnya dilakukan sejak dini. Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan vaksinasi HPV sejak usia 10 tahun.
"Di usia itu, kekebalan tubuh lagi baik-baiknya. Vaksin HPV akan memberikan pencegahan yang sangat bagus," kata Samsuridjal dalam diskusi bersama Indonesian Working Group on HPV di Jakarta, Jumat (16/9/2016).
Pada usia anak, vaksin HPV diberikan dua dosis. Dosis kedua bisa diberikan setelah satu tahun kemudian.
Setelah itu, anak pun akan terbebas dari ancaman kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh HPV.
Pada awal Oktober mendatang, Indonesian Working Group on HPV bekerja sama dengan Dinas Kesehatan pun menggelar vaksinasi HPV gratis kepada anak-anak perempuan yang masih duduk di kelas 5 SD di Jakarta atau sekitar usia 12 tahun.
Ketua Umum Indonesian Working Group on HPV, Prof. DR. dr. Andrijono, SpOG (K) mengatakan, harapannya imunisasi HPV masuk sebagai program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Vaksin HPV jangan jadi eksklusif, tapi rutin dan masuk program BIAS. Cita-cita kita menuju Indonesia bebas kanker serviks," kata Andri.
Usia dewasa pun tetap bisa menjalani vaksinasi HPV.
Samsuridjal mengatakan, beberapa studi menyatakan vaksin HPV masih bisa diberikan hingga usia 55 tahun.
Pada usia dewasa, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali.
Dosis kedua diberikan pada bulan kedua dan dosis ketiga pada bulan keenam.
Namun, bagi yang sudah menikah dianjurkan untuk periksa IVA ataupun papsmear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pada serviks karena HPV.
Vaksin yang umumnya diberikan adalah HPV quardrivalent.
Vaksin ini tak hanya mampu mencegah kanker serviks, tetapi penyakit lain yang disebabkan oleh virus HPV, seperti kanker anus, vulva, penis, hingga kutil kelamin.
Andri mengatakan, pemberian vaksin HPV quardrivalent dengan menyuntik di bagian lengan dan nyaris tak ada efek samping.
loading...