Gempar ! Saat Menggali Liang Lahat, Warga di Gunung Kidul Kaget Temukan Jenazah yang Masi Baru..

Warga Dusun Toboyo, Desa Plembutan, Playen, dikagetkan dengan penemuan janazah di tengah area pemakaman dusun.





Janazah tersebut ditemukan warga saat menggali lubang dengan kedalaman 1,5 meter untuk pemakaman.
"Awalnya warga hari Rabu kemarin menggali tanah di tengah pemakaman yang masih kosong. Kan ada salah satu warga yang meninggal," ujar Wasiman (70), juru kunci makam di Dusun Toboyo, Kamis (16/02/2017).
Wasiman menjelaskan, ketika sedang mengali tanah di kedalaman sekitar 1,5 meter, warga kaget. Sebab ada kain kafan yang ketika dicek ternyata membungkus jenazah.
"Sekitar kedalaman 1,5 meter, ada jenazah yang tertutup kain kafan, warga ya kaget. Kalau panjangnya sekitar 2 meter," bebernya.
Disampaikanya, selama menjadi juru kunci makam, lokasi tersebut memang kosong dan belum digunakan. Warga juga mengetahui bahwa belum ada yang dimakamkan di lokasi itu.
"Lokasi itu kosong belum digunakan, jadi mau digunakan. Warga juga tidak tahu siapa yang dimakamkan di situ, siapa keluarganya atau siapa yang memakamkan," tegasnya.
Menurutnya, saat ditemukan, kain kafan yang membalut jenazah dalam keadaan utuh. Posisi tulang juga tidak berubah.
"Kain kafannya masih utuh, tulangnya juga utuh dan posisinya tetap. Kalau saya menduga sudah sangat lama," urainya.
Seetelah penemuan jenazah, warga memberitahu perangkat desa. Lantas jenazah itu dilapisi kain kafan yang baru lalu dimakamkan.
"Kemarin oleh warga dilapisi kain kafan baru dan di makamkan lagi," ucapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Playen Iptu Pudjijono mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait jenazah di area pemakaman. Dari laporan itu, anggota juga sudah mendatangai lokasi untuk melakukan pengecekan.
"Kita sudah ke lokasi bersama perangkat desa untuk mengecek. Kita dibantu perangkat desa juga mengumumkan ke warga," kata Pudjijono.
"Kesepakatan warga, jenazah dimakamkan kembali," pungkasnya.
Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor: Farid Assifa
loading...
close
close