Pengakuan Pilu Wanita yang Diperkosa 43.000 Kali ini Sangat menguras Air Mata

loading...
loading...
Sebuah kisah pilu diungkapkan oleh korban perdagangan manusia, Karla Jacinto. Wanita 24 tahun ini mengaku telah  sebanyak 43.000 kali sejak usia 12 sampai umur 16 tahun.







Sebagaimana dikutip dari laman Mirror.co.uk, Minggu 4 Desember 2016, perempuan asal Meksiko ini dipaksa 30 lelaki saban hari.
Dia mengaku telah dipersiapkan oleh sindikat perdagangan manusia untuk menjadi budak sejak usia 12 tahun. Kala itu, dia hidup dalam keluarga yang berantakan.
Saat itu, Karla dibawa ke Guadalajara, salah satu kota terbesar di Meksiko. Di sana, dia dipaksa menjadi 
Dia kemudian diselamatkan pada tahun 2008, dalam sebuah operasi antiperdagangan manusia di Meksiko...



Tragis, Inilah Obrolan Seorang Pria dengan Siti Habibah Sebelum Diperkosa Lalu Dibunuh


Seperti yang diketahui jenazah warga Batang Kuis, Deliserdang ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lahan eks PTPN IX Jl Perhubungan Pasar 11, Desa Sei Rotan/Tembung, Kecamatan Percut Seituan.
Dia ditemukan mengambang dalam kondisi telungkup usai jasadnya dibuang ke di sebuah parit, Senin (19/9/2016) lalu.

Dalam postingan terakhir dalam akun Facebook miliknya, Siti Habibah mengunggah foto dirinya saat sedang selfie. Dalam fotonya itu dia menyelipkan pesan, "jaga matamu ea sayang," tulisnya.

Entah siapa yang dimaksud Siti dalam pesan tersebut, namun dalam foto tersebut terungkap sebuah percakapan dengan seorang pria yang diduga menaruh hati terhadap Siti.

Pria itu bernama " Irfan Syah " , hal ini diketahui usai dia terlibat dalam sebuah percakapan (chat) dengan Siti. Tercatat percakapan itu dimulai sejak 1 September sampai 11 September 2016.

Ini berarti delapan hari sebelum Siti ditemukan tewas dibunuh. Tapi siapakah Irfan Syah, apakah dia memiliki hubungan dengan Siti?

Saat ini polisi tengah menyelidiki siapa pelaku pembunuhan Siti, dan siapa-siapa saja yang memiliki hubungan dengan dia.

Apakah motif pembunuhan ini berlatar asmara?

Siti Habibah diduga diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh.

Adanya dugaan perkosaan ini juga secara tak langsung dibenarkan oleh kepolisian.

"Dugaan kami sementara begitu (diperkosa). Karena pada saat ditemukan, celana yang dikenakan korban kan turun sampai ke lutut," ungkap Perwira Unit (Panit) Polsekta Percut Seituan, Ipda Irwanta Sembiring, Senin (19/9/2016).

Meski begitu, kata Sembiring, untuk membuktikan apakah korban memang diperkosa atau tidak sebelum wafat, pihaknya masih menunggu hasil otopsi RS Bhayangkara Tingkat II Medan. Sampai saat ini, jenazah korban masih diperiksa oleh tim dokter.

"Jasad korban setelah ditemukan kemarin langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Saat ini masih proses otopsi," ungkap Irwanta.

Terkait kasus ini, polisi sempat kesulitan untuk mengungkap identitas korban. Saat ditemukan, tidak ada tanda pengenal pada diri korban.

Setelah kasus penemuan mayat ini heboh, belakangan keluarga korban ada yang datang ke lokasi.

Diketahui bahwa mayat perempuan itu merupakan warga Dusun VIII, Cemara III, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

loading...